Usut Aset Ribuan Hektar Bupati Non Aktif, KPK Periksa Kepala Desa Suru

Wartajatim.com,Nganjuk.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali mendatangi Kabupaten Nganjuk. Kedatangan tim penyidik KPK kali ini guna memeriksa sejumlah lahan yang diduga telah dibeli oleh Bupati Nganjuk, Taufiqurrahman dari hasil gratifikasi. Tidak hanya pemeriksaan langsung lokasi lahan, penyidik juga meminta keterangan sejumlah warga pemilik lahan serta perangkat desa. Disinyalir Bupati Nganjuk memiliki lebih dari 175 hektar lahan yang tersebar di 10 kecamatan se Kabupaten Nganjuk.

Kedatangan tim penyidik dimulai siang pukul 14.00 Wib, tim langsung menuju lokasi ruangan Sekda Nganjuk.

“Pemeriksaan kali ini tidak ada sangkut paut keterlibatan Sekda Nganjuk, akan tetapi dari penyidik KPK meminjam ruangan untuk memeriksa Kepala Desa Suru Wawan dan Plt Sekdes Suru yang dimintai keterangan oleh tim penyidik KPK,” ungkap Kabaghumas Nganjuk Agoes irianto yang memberikan keterangan kepada awak media, Rabu (6l/12/2017). 

Dijelaskan pula, tim penyidik KPK yang didampingi oleh Wawan Kepala Desa Suru, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, melakukan pemeriksaan diruangan Sekda terkait aset Lahan yang diyakini milik Bupati Taufiqurrahman tersebut masih berupa hutan dan ditumbuhi pohon jati yang nyaris tidak tersentuh. Selain itu lahan sudah dipenuhi rumput liar yang telah melebihi tinggi orang dewasa.

Selain memeriksa Kepala Desa Suru, direncanakan tim penyidik KPK besuk pagi juga akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah aset Bupati Nganjuk yang diduga tersebar di 10 kecamatan se Kabupaten Nganjuk.

“Ke 10 kecamatan tersebut yakni Sawahan, Ngetos, Pace, Nganjuk, Sukomoro, Lengkong, Jatikalen, Baron, Gondang dan Rejoso,” tambah sumber ini. Ditafsir ada 175 hektar lebih lahan yang diduga kuat dimiliki Bupati Nganjuk Taufiqurrahman. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak KPK. Febri Diansyah, Juru Bicara KPK ketika dihubungi masih belum menjawab.(kusnoaji/yan)