Tanpa Papan Nama, Proyek Siluman di Kabupaten Tuban Disinyalir Rawan Penyimpangan

INDONESIASATU.CO.ID:

TUBAN - Pembangunan perbaikan jalan Jatirogo Bandar Kabupaten Tuban diduga proyek siluman dan rawan penyimpangan, karena selain tak memiliki papan nama proyek pengerjaannya juga dinilai warga kurang mendapat perhatian dan pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tuban.

Dilokasi proyek tidak ada plang proyek (papan nama) yang dipasang, sehingga warga setempat tidak mengetahui secara pasti darimana proyek tersebut berasal dan besar anggarannya serta jangka waktu pengerjaanya.
Hal ini terbukti dari hasil pantauan wartawan wartajatim.co.id di lapangan, Rabu, (26/9/2018), menemukan hasil yang janggal karena tidak ditemukannya papan proyek sebagai informasi tentang adanya proyek perbaikan jalan tersebut.

Dimana seharusnya dalam papan proyek tersebut terpampang dengan jelas mengenai nama perusahaan pelaksana proyek tersebut, jumlah anggaran, sumber pembiayaan pembangunan/kegiatan dan jangka waktu pekerjaan proyek tersebut.

Bukan hanya papan proyek saja yang tidak ada,hasil pekerjaan juga dinilai asal jadi. Dari jauh kalau di lihat finishingnya Nampak bagus tapi kalau dari dekat dan kemudian kita nilai kwalitas dan kuantitasnya sangat buruk.

Warga setempat saat ditemui dilapangan mengatakan, mereka tidak mengetahui secara pasti proyek apa yang sedang dikerjakan ditempatnya, karena tidak ada papan proyek yang dipasang.

“Kami tidak mengetahui secara rinci nilainya, volume panjang dan lebar, berapa besar anggarannya dan berasal darimana proyek ini, karena tidak terdapat papan proyek yang dipasang. Jadi kami menyebut proyek ini sebagai proyek siluman.,” ungkap warga yang enggan disebut namanya

Ketua LSM Penjara Kabupaten Tuban Jamin mengatakan, seharusnya setiap proyek yang sumber dananya berasal dari APBN dan APBD harus ada plang proyek sebagai penanda adanya proyek dari pemerintah.

“Tanda-tanda proyek dari APBD tidak ada atau plang proyek tidak ada berarti ini proyek Siluman. “Ada apa ini kok tidak ada plang proyeknya. Patut diduga proyek ini ada persoalan atau permasalahanya,” ujar Jamin

Dikatakan lagi, dari Dinas PU sudah sering dikoordinasi media tetap diabaikan dan tak pernah terlihat melakukan pengawasan dilapangan.

“Pelaksanaan proyek ini, kami tidak pernah melihat pegawai dari Dinas PU yang melakukan pengawasan dilapangan, hal ini dapat menyebabkan dugaan pengerjaannya rawan penyimpangan,” ungkapnya

Seharusnya pembangunan proyek yang dilakukan harus transparan, agar masyarakat bisa mengetahui proyek apa yang dibangun dan berapa besar anggarannya. Seharusnya plang nama sudah dipasang dilokasi sejak awal dimulainya kegiatan.

Sesuai  aturan yang tertuang dalam Pepres No 70 Tahun 2012, Kepres No 80 Tahun 2003, dan UU Keterbukaan Informasi Publik yang mengatur tentang setiap penggunaan anggaran yang dikeluarkan pemerintah dari dana masyarakat yang diperoleh dari pungutan pajak yang dikelola pemerintah harus transparan. Dimana setiap kegiatan, baik yang sebagian maupun seluruhnya dari anggaran pemerintah harus di informasikan kepada public.

Setiap pelaksanaan proyek harus memampangkan plang nama, dengan tujuan agar masyarakat mengetahui proyek tersebut didanai dari uang rakyat. Untuk itu kami minta agar pihak Dinas PU maupun dinas-dinas lainnya bisa melakukan pengawasan terkait hal tersebut.

Reporter : damin

Editor : kusno

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita