Perang Dingin PPP Dan PKB, Sekjen PPP : Romy Ingin Mantap kan Dukung Jokowi Di Pilpres 2019

INDONESIASATU.CO.ID:

JOMBANG - PKB membantah pernyataan Ketum DPP PPP Muchammad Romahurmuzy (Gus Romy) yang menyebutkan pertemuannya dengan Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar membahas koalisi untuk pendukung Jokowi pada Pilpres 2019.

Menurut Wasekjen PKB Daniel Johan, pertemuan Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan Gus Romy tak sampai membahas dukungan partainya ke Presiden Joko Widodo di pilpres 2019. Ia menjelaskan, Cak Imin sudah membantah pernyataan Gus Romy di hadapan wartawan lewat akun Twitter milik Cak Imin.

"Pertemuan itu dilakukan pada minggu (17/6). Dalam pertemuan itu Cak Imin menyampaikan selama bulan Ramadan dan Idul Fitri sepenuhnya berada di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat," jelas Daniel.

Sebelumnya, Ketum PKB Muhaimin Iskandar memprotes pernyataan Ketum PPP Romahurmuziy soal ajakan bergabung ke koalisi pendukung Jokowi dan menyebut Rommy menanyakan peluang dengan Gatot Nurmantyo di Pilpres 2019. PPP lalu menjelaskan isi obrolan yang diprotes ini. 

Protes Cak Imin ini disampaikan lewat Twitter pada Senin (18/6/2018). Cak Imin mengaku jadi malas berhubungan dengan PPP karena Rommy mengaku mengajak Cak Imin bergabung dengan koalisi pendukung Jokowi. 

"Judul berita plintiran romi ini yang bikin malas berhubungan sama P3, dlm acara itu malah romi bilang kalo ada peluang dengan gatot kabar kabari ya kalo menarik! nah lho!!" tulis Cak Imin.

Sementara itu, Sekjen PPP Arsul Sani menjelaskan bahwa Cak Imin dan Rommy bertemu dalam sebuah silaturahmi keluarga dan berbincang secara informal soal koalisi dan Pilpres 2019. Perbincangan itu diselingi canda dan tawa. 

"Rommy bertanya tentang wacana yang berkembang soal poros ketiga dengan memasangkan Gatot Nurmantyo-Cak Imin. Tentu sebagaimana kultur warga NU, pembicaraan di forum silaturahmi tersebut banyak bercanda dan tertawanya," ungkap Arsul melalui pesan singkat.

Rommy menilai cuitan Cak Imin itu misleading. Obrolan antara Rommy dan Cak Imin disampaikan dalam suasana canda.

"Yang disampaikan Rommy adalah kalau memang PKB ingin memasangkan Gatot dengan Cak Imin atau PKB akan usung capres lain yang bisa terima syarat cawapres harus Ketum PKB, maka Rommy minta diinfokan saja segera supaya koalisi partai pengusung Jokowi menjadi tidak perlu menunggu terlalu lama lagi dalam membahas soal pencapresan Pak Jokowi, termasuk soal cawapresnya," beber Arsul. 

PPP heran atas sikap Cak Imin yang kemudian malah memprotes lewat Twitter. Padahal seharusnya hal itu dapat disampaikan lewat tabayun. 

"Sebetulnya daripada membuat keramaian di jagat Twitter, kelihatan akan lebih matang dalam berpolitik bagi politisi senior seperti Cak Imin untuk 'meluruskannya' via counterberita di media dan melakukan juga tabayun (klarifikasi) dengan Rommy, apalagi mereka keluarga," katanya. 

Arsul lalu menjelaskan maksud Rommy yang memastikan koalisi pendukung Jokowi. Itu adalah hasil perbincangan Rommy dengan Jokowi, yaitu agar parpol yang sudah mendukung Jokowi dapat memastikan ke 3 parpol, yaitu PD, PAN, dan PKB, apakah akan bergabung dengan koalisi. 

"Sebenarnya apa yang disampaikan oleh Rommy kepada Cak Imin dalam konteks itu, yakni agar PKB memantapkan dukungannya kepada Jokowi segera via forum permusyawaratan partai di PKB tentunya. Kalau soal cawapres, nanti dimusyawarahkan bersama dengan Pak Jokowi dan parpol-parpol lainnya," tutup Arsul. (Tim/detik.com)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita