Pemuda Indonesia Harus Dibekali 3H

INDONESIASATU.CO.ID:
NGANJUK - Pendidikan menjadi sebuah hal yang penting pada masa kini. Kalau teringat sekitar tahun 1990an, pendidikan indonesia dalam keadaan yang masih rendah, banyak yang tidak sekolah, Minat untuk melanjutkan jenjang pendidikan lebih tinggi pun sangat rendah. 
 
Paradigma zaman dulu masih berpikir "untuk apa sekolah, lebih baik bekerja dan mencari uang sebanyak-banyaknya, jadi apapun itu Pemikiran melanjutkan pendidikan yang tinggi hanya seperti dimiliki oleh petinggi atau para cendikiawan, sedangkan masyarakat di pedesaan terutama sangat tidak setuju jika anak mereka pergi jauh atau merantau hanya untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi.
 
Dibandingkan dengan sekarang, sudah banyak mahasiswa dan pelajar yang berasal dari pedesaan datang ke perkotaan untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan terjamin mutunya. Kemandirian seorang pelajar untuk hidup sendiri ataupun jauh dari keluarga pun dijalani, ada yang justru memperoleh manfaat besar dan menjadi lebih maju, tetapi ada juga yang justru menjadi senjata makan tuan karena justru banyak dari mereka yang terjerumus dalam gemerlapan dan keburukan negatif dalam lingkungan yang tidak baik. Mulai dari peyalahgunaan narkoba hingga sex bebas.
 
Pendidikan mental dan spiritual untuk siswa dan remaja menjadi perrkara yang memang harus terus menerus dilakukan, oleh karena itu SMK Muhammadiyah 1 Kota Nganjuk menggelar Training Motivasi Spiritual selama dua hari dalam tiga sessi berturut-turut. Yaitu pagi, siang, dan paginya lagi. 
 
Training Motivasi Spiritual yang bertemakan “Cerdaskan otak dan hati utuk meraih sukses dunia dan akherat” tersebut digelar sejak tanggal 13 hingga 14 Desember 2017 di Aula Serbaguna SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk yang terletak di jalan Citarum, Mangun Dikaran, Kec. Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur
 
Siapa yang menggodok mental dan spiritual siswa-siswa dan orang tua wali siswa SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk saat itu? Lembaga Training Motivasi yang dipercaya utuk memandegani adalah Thanks Institute Indonesia. 
 
Lembaga Training yang identik dengan lembaga motivasi Polri tersebut memberikan materi tetang Pendidikan sikap, Pendidikan pandangan benar, Pendidikan spiritual, Penanaman motivasi diri, Pemahaman kemampuan diri serta materi kecintaan terhadap ibu dan ayahnya.
Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk H. Syamsudin, M.Pd. yang juga ikut secara full diacara tersebut usai kegiatan menerangkan bahwa dirinya lebih mementingkan akhlak dan mental spiritual dibandingkan akademik. 
 
“jika mental spiritualnya baik, pasti akademiknya akan ikut baik” kata kepala Sekolah yang dikenal tokoh Muhammadiyah di Nganjuk itu.
 
Dari pantauan media ini dalam penyampaian materi tidak satupun peserta yang mampu menahan jatuhnya air mata. Dalam sesi muhasabah dan senam hati bukan hanya dari kalangan siswa yang meleleh-leleh, namun para guru, kepala sekolah, para wali siswa hingga penjaga sound system pun tersedu-sedu. 
 
Ketut Abid Halimi, S.Pd.I., M.Pd. Sebagai kepala tim motivator berkesempatan diwawancari oleh media ini. Ia mengungkapkan bahwa peserta bisa menangis tersedu-sedu semua itu karena efek senam otak dan senam hati 
 
“Senam otak dan senam hati sangat efektif membuka god spot seseorang, jika god spot terbuka maka cara berfikir dan paradigma seseorang selalu berkaitan dengan spiritual dan mental yang beorientasi pada iman. paparnya      
 
Lebih lanjut Motivator peraih Rekor Muri tersebut mengatakan jika generasi muda Indonesia harus dibekali 3 H yaitu (Head, Hand dan Heart). “Cerdas kepalanya (Head), terampil tangannya (hand), dan berakhlak jiwanya (heart)” pungkasnya.
 
Dra Arba'iyah Yusuf MA Ketua Majlis Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) Propinsi Jawa Timur mengapresiasi kegiatan pendidika mental dan spiritual yang digagas oleh SMK Muhammadiyah 1 Nganjuk tesebut dirinya menegaska bahwa pendidikan mental, karakter dan spiritual adalah modal sukses dan peradaban bangsa.
 
“pelaku korupsi dan kejahatan sosial lainnya banyak diantara mereka juga orang-orang yang berpendidikan tinggi, inilah pentingnya penguatan mental dan spiritual karena tujuan pendidikan yang sesungguhnya adalah menjadikan pribadi yang berbudi” tegasnya.
 
Abdul Hamid (40 thn) sanat beterimakasih kepada pihak sekolah yag telah menggelar kegiatan motivasi spiritual yang pertama kali tersebut hamid berharap generasi muda Indonesia semakin berakhlak dan bermental mulia untuk kemajuan bangsa negara dan agama.(kusnoaji)

Index Berita