Pagar Nusa Tapak Jalak Tanjunganom Sahkan 100 Warga Baru Jaga NKRI

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK – Pimpinan Anak Cabang Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa Kecamatan Tanjunganom,Nganjuk, mengesahkan 100 pendekar baru atau santri menjadi warga atau jamaah pagar nusa. Pengesahan dilakukan dalam acara tasyakuran di Padepokan Tapak Jalak dusun Barong Desa Kedungrejo Kecamatan Tanjunganom setempat.

Kegiatan tersebut dihadiri Para Dewan Pendekar se Kabupaten Nganjuk, para alim ulama,serta ratusan warga Pagar Nusa se-Kecamatan Tanjunganom.

Hujan deras yang sebelumnya sempat mengguyur Kabupaten Nganjuk sejak sore, tidak menyurutkan antusias warga Pagar Nusa untuk menghadiri tasyakuran tersebut.Warga baru disahkan langsung oleh Wakil PAC Pencak Silat Pagar Nusa Kecamatan Tanjunganom Kangsu dengan pengucapan Sumpah Setia Pagar Nusa dan Prasetia Pagar Nusa oleh 100 peserta.

”Saya berpesan kepada para pesilat NU untuk tidak sombong dan menyalahgunakan ilmu yang telah didapatnya, karena ilmu yang diajarkan oleh Pagar Nusa adalah untuk menjaga diri dari ancaman kejahatan maupun untuk membela dan membentengi para Ulama dari gangguan luar serta Bangsa sesuai motto Pagar Nusa Berkhidmat Untuk Ulama dan Bangsa,” pesan Guru Besar Limo Pancer Baron

Lebih lanjut Kangsu mengatakan, kegiatan ini rutin diselenggarakan untuk pengesahan santri Pagar Nusa yang telah menyelesaikan pendidikannya. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai ajang silaturahim bagi para sesama alumni dan santri Pagar Nusa se Kecamatan Bangunrejo dengan tokoh-tokoh dan ulama NU lainnya.

Kangsu menambahkan, tujuan inti dari kegiatan tersebut adalah untuk menciptakan kader yang bertakwa, berilmu, berakhlakul karimah, serta untuk mendistribusikan para santri Pagar Nusa dalam keilmuan bela diri untuk menjadi atlet persilaga maupun persilat dini.

”Pagar Nusa juga akan terus berkomitmen untuk terus menjaga ajaran Islam Ahlussunah wal Jamaah, serta ke-Indonesian yang berasaskan Pancasila seperti halnya yang tertuang dalam sumpah Prasetia Pagar Nusa. Selain itu saya juga berharap ke-100 santri yang telah disahkan dapat menjaga NKRI, karena NKRI bagi kami adalah harga mati. Pesilat pagar nusa bisa lebih diperhatikan oleh pemerintah,” harap Kangsu.(kusno)

Index Berita