Ngeri.! SMPN 2 Gondang Tarik Iuran Perpisahan Siswa

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Gondang Kabupaten Nganjuk tarik iuran siswa untuk perpisahan. Penarikan tersebut dikeluhkan oleh perwakilan orang tua siswa karena keberatan membayar nilai 340 ribu hanya untuk perpisahan. 

"Wali murid keberatan membayar segitu, untuk perpisahan membayar 340 ribu dikalikan 155 siswa ketemunya 52 juta. Nyewa tarup dan hiburan 10 juta kan cukup, lha terus sisanya lari kemana, " ungkap keluarga narasumber yang minta identitasnya dirahasiakan. 

Disaat terpisah, pihak sekolah melalui Bendahara Siswa, Eka Rinawati Spd mengatakan sejauh ini iuran merupakan permintaan siswa sendiri dan sudah mendapatkan persetujuan dari orang tua wali murid. 

"Yang minta kan anaknya sendiri, perpisahane piye iki?, seperti dulu. Kalau seperti dulu orang tuanya mau apa tidak. Ajak pertemuan wali murid, untuk wali murid disampaikan oleh bagian pembina OSIS, kemudian orang tua setuju," kata Eka saat dikonfirmasi awak media di ruang aula lobi sekolah, Senin (22/4/2019) pukul 11.05 WIB. 

Lebih lanjut Eka mengatakan nilai iuran per siswa sebesar 340 ribu rupiah, adapun rincian kebutuhannya antara lain 170 ribu untuk perpisahan dan itu kembali lagi ke anak lagi, anak minta album 50 ribu. Terus untuk beli kalung dan sebagainya, kemudian konsumsi orang tua karena datang kesini dan lain sebagainya. 

Untuk 70 ribu kembali ke siswa untuk beli map, foto copy ijazah, laminating, alat dan sebagainya. Untuk yang 100 ribu sumbangan beli komputer sebagai kenang-kenangan kelas 9. 
Total siswa yang dikenakan iuran perpisahan sebanyak 155 orang, dan kini sudah mulai membayar ke Sekolah.

"Sekarang yang bayar belum ada 60 persennya, kebutuhan perpisahan kan banyak, tidak karepe sekolahan ndak kok," lanjut Eka sembari menanyakan identitas narasumber wali murid kepada awak media. 

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bagian Sarana dan Prasarana, Suwandi mengatakan sebenarnya tidak ada iuran dan hanya rumor saja. Dan meminta kepada awak media jika ada narasumber yang jelas, biar tidak jadi hoax minta narasumber diajak ke Sekolah. 

"Sebenarnya tidak ada iuran disini, hanya rumor saja, dan tolong jika jenengan ada narasumber yang jelas, biar gak jadi Hoax diajak kesini saja. Saya minta yang bersangkutan saja kesini, karena khawatir pemalsuan dan lain-lain," Kata Suwadi saat di konfirmasi di wilayah Sekolah SMPN 2 Gondang. (die/kla)

  • Whatsapp

Index Berita