Komunitas AWG Nganjuk 'Ngamuk', Dilalui Dump Truck Proyek Tol, Jalan Kabupaten Rusak Parah

INDONESIASATU.CO.ID:

WARTAJATIM.COM : NGANJUK - Komunitas media sosial Aliansi Wong Gawat (AWG) Nganjuk protes terhadap pihak pengerja proyek Tol Madiun-Kertosono. Pasalnya sejumlah jalan yang dilalui dump truck pengerja proyek rusak parah dan belum ada upaya perbaikan dari berbagai pihak yang punya kewenangan. 

Berdasarkan informasi yang didapat wartajatim.com dilapangan, Sejumlah orang mengaku dari AWG Nganjuk menghentikan tiga unit kendaraan Dump Truck warna Orange, Mitsubishi Fuso 220 PS membawa muatan tanah timbun ditengah jalan Lintas dua Kecamatan Baron - Lengkong, tepatnya di sekitar Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk.

Ketua komunitas AWG Darmanto menyatakan, tindakan penghentian armada pengangkut material proyek Tol bukan karena alasan. Selama ini armada lalu lalang setiap hari dengan muatan ribuan ton berimbas pada rusaknya sebagian besar infrastruktur jalan. Bahkan protes warga dengan menanam pisang ditengah jalan yang rusam tidak di gubris. 

"Isinya kantor CRBC itu cuma saldo, keselamatan orang di jalan raya dan karyawannya tidak digatek, saldo sehari dapat berapa kubik uangnya segini, orang mati ya sudah, " ungkap Panjol sapaan akrab ketua Komunitas AWG kepada Minggu (11/3/2018) pagi. 

Beberapa kali pihak kantor dihubungi tapi belum ada jawaban pasti. Jika belum ada kepastian untuk perbaikan, pihak komunitas AWG beserta sejumlah pengacara akan melakukab gugatan Class Action. 

Ditempat terpisah Udin (25) tahun warga Desa Waung, Kecamatan Baron, mengeluhkan kondisi jalan yang rusak parah. Tidak tampak lagi aspal, yang ada hanya lubang genangan air. Sejumlah bangunan rumah warga juga mengalami keretakan dibeberapa sisi akibat getaran armada pengangkut material proyek Tol. 

"Iya mas, aspalnya sudah hilang, banyak lubang, dan bahkan tetangga saya rumahnya juga retak karena kendaraan proyek," ungkapnya singkat, Senin (12/3/2018).

Udin menambahkan tidak hanya infrastruktur yang rusak, tapi beberapa anak kecil sering terkena sakit batuk yang diduga disebabkan debu polusi kendaraan proyek Tol yang lalu lalang. Pungkasnya. (di/kusno)

Index Berita