Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jogoboyo Ngepung, Polisi Telusuri Sampai Disdik Blitar

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK – Polres Nganjuk mulai menelusuri kasus dugaan ijazah palsu milik Supriono perangkat desa Ngepung Kecamatan Lengkong. Dalam waktu dekat Sejumlah penyidik telah melakukan penyidikan sampai ke asal muasal diterbitkan ijazah yang diduga palsu sampai ke Blitar.

"Terkait penanganan ijazah palsu diagendakan secepatnya, pihaknya akan melakukan uji kelayakan di Blitar,"papar Iptu Totok lewat pesan whatsaap. Selasa (23/4).

Lebih lanjut, Totok mengatakan pihak kepolisian sementara masih terfokus pada giat pengamanan kotak suara Pemilu dari tanggal 16 April sampai 25 April. Usai kegiatan tersebut, akan dilanjutkan proses penyidikan sejumlah kasus. 

Sebelumnya, dugaan kasus pemalsuan ijazah Paket B Jogoboyo Desa Ngepung Kecamatan Lengkong harus mengubur jauh-jauh impiannya menjadi perangkat desa. Pasalnya, ia diketahui dugaan membuat ijazah palsu paket B.

Hal tersebut bermula ketika Supriono mendaftarkan dirinya sebagai calon perangkat  Desa Ngepung, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk. 

Setelah melengkapi administrasi, ia kemudian menyerahkan dokumen pendaftaran kepada panitia.
Setelah diperiksa, pelapor Heri Purnomo merasa janggal dengan dokumen yang dimiliki Supriono. Ada keanehan dari Ijazah paket B yang ia miliki. Heri meragukan keaslian ijazah yang dimilikinya.

"Saat dilakukan penelitian berkas di croscek tempat pengeluaran ijazah di Desa Bakung Kecamatan Udanawu Kabupaten Blitar, pada hari Jumat 19 Maret 2019 Pimpinan Ponpes Mambaul Hikam Blitar m meragukan legalitas Ijasah Paket B dari supriono " kata KH Duhry ketika dihubungi memorandum

Heri purnomo sudah melaporkan hal tersebut ke Polisi. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan sama sekali Setelah melakukan penyelidikan, bahwa ia memang melakukan pemalsuan ijazah paket B yang ia miliki.

Belum sampai disitu, heri melakukan penelusuran juga mencari keterangan dimana ia membuat ijazah palsu tersebut. 

"Saya sudah mendengar langsung dari kepala PKBM Blitar Mat Zaeni peserta ujian kejar paket B tahun 2006 berjumlah 111 itupun berjumlah 339 sedangkan ijazah atas nama supriono dengan no induk 336 untuk membuatkan ijazah kejar paket B tidak lulus apalagi kami tidak menerima peserta reguler apalagi luar kabupaten," lanjutnya 

Heri mendesak Polres Nganjuk serius menangani kasus ini dan dilakukan secara profesional serta transparan. “Sebab jika terbukti ijazah bupati ini palsu, banyak pihak yang merasa sangat dirugikan,” tandasnya..

Pantauan dilapangan, salah seorang warga Desa Ngepung Widodo (48) Dalam beberapa kesempatan menyapaikan bahwa Jogoboyo desa Ngepung Supriyono selalu membantah bahwa ijazahnya tidak palsu. Jika palsu kata supriyono, tidak mungkin pihak panitia desa meloloskannya dalam pendaftaran calon perangkat desa Ngepung Bahkan ia sempat menunjukan ijazah C waktu ikut tes.

" Wes to mas aku gak tau gawe masalah nang awakmu kenopo koe kok sik musuh i aku, aku wes ngalah kurang opo to, kenopo kok sik ngrusuhi aku ( sudahlah mas, gak usah mencampuri urusan saya, saya tidak pernah memusuhi anda kenapa masih memusuhi saya) lewat pesan whatsaap," jelas widodo

ketika di croscek di kabupaten blitar
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuma di atas 5 tahun penjara. (tim/red)

  • Whatsapp

Index Berita