Kades Di Mojokerto Datang Ke PN Bersama Puluhan Pendukungnya

lurahkusno, 12 Dec 2018,
Share w.App T.Me

MOJOKERTO - Sidang kasus pidana pemilu dengan terdakwa Suhartono, Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Kutorejo, Mojokerto di PN Mojokerto Selasa (11/12) masuk tahap tuntutan yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dalam sidang ini, sebanyak 170 personel kepolisian diturunkan untuk menjaga. 

Kades Sampangagung itu datang ke PN bersama puluhan pendukungnya. Berbeda dari sidang sebelumnya, kades yang akrab disapa Nono ini tidak berpakaian mencolok. Dia masih mengenakan seragam dinas.

Saat memasuki ruangan sidang, tak ada raut cemas yang terpancar dari wajah Nono. Senyum Nono tetap merekah. Sembari berjalan menuju kursi pesakitan, Nono sempat mengacungkan dua jari.

Dalam sidang tersebut, JPU Ivan Yoko menuturkan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana Pemilu. Terdakwa melakukan tindakan yang menguntungkan salah satu peserta Pemilu selama masa kampanye. Sehingga saat membacakan tuntutan, dia meminta majelis hakim agar menyatakan Suhartono bersalah melanggar Pasal 490 juncto Pasal 282 UU RI No 7 tahun 2017 tentang Pemilu.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Suhartono dengan pidana penjara selama 6 bulan dengan masa percobaan selama 1 tahun dan denda sebesar Rp 12 juta subsider 2 bulan kurungan," ujar Ivan dalam persidangan, Selasa (11/12).

Perbuatan pidana pemilu yang dilakukan oleh Suhartono dibuktikan oleh keterangan dari sejumlah saksi dan alat bukti. Suhartono terbukti sebagai penggerak sekaligus inisiator dalam acara penyambutan Cawapres Sandiaga Uno di Desa Sampangagung.

Ivan mengatakan, sebelum acara penyambutan berlangsung, Suhartono mengadakan pertemuan dengan ketua karang taruna dan istrinya. Usai pertemuan, terdakwa memerintahkan karang taruna untuk memesan dan memasang spanduk kurang lebih 7 buah. Spanduk itu bertuliskan kata-kata dukungan untuk paslon nomer urut 2.

Ivan melanjutkan, lalu dia memerintahkan serta mendikte istrinya Yuli Irawati untuk mengirimkan pesan singkat ke sejumlah anggota PKK serta para kader. Pesan itu berisi ajakan untuk hadir dalam acara penyambutan.

"isi SMS tolong beritahukan antar PKK atau kader hari tanggal (21/10) jam 10.30 berkumpul di depan pabrik di depan ibunya pak lurah berpakaian bebas menyambut pak Sandiaga Uno. nanti yang hadir saya kasih uang saku Rp 20.000 per orang terimakasih tolong sebarkan sms ini ke semua anggota PKK dan kader," terangnya.

Dari keterangan terdakwa, lanjut Ivan, dia menghabiskan uang kurang lebih Rp 20.000.000.

"Terdakwa menyiapkan musik patrol lengkap dengan pemain, penyanyi dan penarinya yang dipesan sendiri oleh kepala desa dengan biaya Rp 1.500.000. bahwa terdakwa membagikan uang pecahan Rp 20.000 kepada ibu-ibu yang hadir di lokasi dengan nilai bervariasi rp 20.000, Rp 50.000, Rp 100.000," lanjutnya.

Dalam acara penyambutan tersebut, Suhartono menghadirkan warga desa Sampang Agung sebanyak kurang lebih 200 orang. Suhartono beserta warga menghentikan mobil rombongan Cawapres Sandiaga Uno saat hendak berkampanye di Wisata Air Panas Padusan, Pacet, Kabupaten Mojokerto.

"Terdakwa mengenakan baju warna putih di dada sebelah kanan bertuliskan Sapa 2019 Prabowo-Sandi 02 sambil mengacungkan dua jari, jari telunjuk dan jari tengah. Para warga juga ikut mengacungkan dua jari. Terdakwa juga memerintahkan saksi Mujianto untuk mendokumentasikan acara penyambutan serta mengunggahnya ke Youtube," paparnya.

Sidang kasus pidana pemilu ini berbatas waktu, dan berdasarkan agenda Pengadina Negeri Mojokerto. Sidang akan dilanjutkan Rabu dan Hari kamis (14/12) sudah masuk tahapan vonis. (Choirurrojikin /kla) Kades 

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu