Kabupaten Nganjuk, Ukir Prestasi Bentuk Desa Tangguh Bencana.

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Kabupaten Nganjuk merupakan salah satu kabupaten rawan bencana di Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan letak geografisnya berada di antara 111º5’ sampai dengan 112º13’ BT dan 7º20’ s/d 7º59’ LS. Luas wilayah kabupaten ini 122.433 Km2, dengan topografinya terdapat dataran rendah dan pegunungan. Sebagian wilayahnya terutama di kawasan selatan yang didominasi di bawah lereng Gunung Wilis, sehingga kondisi tersebut memiliki potensi ancaman akan terjadinya bencana tanah longsor.

Di samping itu juga terdapat area hutan yang secara alamiah pada musim kemarau dapat berpotensi terjadinya bencana kebakaran hutan utamanya di kawasan selatan. Sedangkan bencana kekeringan seing terjadi di kawasan utara kabupaten ini. Namun, ketika musim penghujan di kabupaten ini pula juga dilanda bencana angin puting beliung.Bencana-bencana tersebut pasti akan berdampak terhadap timbulnya korban jiwa, kerusakan, kerugian dan ganggungan kehidupan. Berdasarkan hasil kajian Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) yang dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Tahun 2013, bahwa indeks risiko bencana di Kabupaten Nganjuk dengan kelas risiko sedang – tinggi dengan skor 153.

Nah, berangkat dari histori inilah kami berinisiatif merintis tumbuhnya program Desa Tangguh Bencana (Destana) sebagai upaya Pengurangan Risiko Bencana berbasis komunitas. pemerintah mengembangkan program pengurangan risiko bencana berbasis komunitas, sesuai dengan tanggung-jawab negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Salah satu strategi yang akan digunakan untuk mewujudkan ini adalah melalui pengembangan desa-desa dan kelurahan-kelurahan yang tangguh terhadap bencana. Pengembangan Desa/Kelurahan Tangguh Bencana juga sejalan dengan Visi Badan Nasional Penanggulangan Bencana “Ketangguhan bangsa dalam menghadapi bencana.”

Adapun tujuan dibentuknya Program Desa Tangguh Bencana ini adalah :

  1. Melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bahaya dari dampak-dampak merugikan bencana;

  2. Meningkatkan peran serta masyarakat, khususnya kelompok rentan, dalam pengelolaan sumber daya dalam rangka mengurangi risiko bencana

  3. Meningkatkan kapasitas kelembagaan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya dan pemeliharaan kearifan lokal bagi pengurangan risiko bencana;

  4. Meningkatkan kapasitas pemerintah dalam memberikan dukungan sumber daya dan teknis bagi pengurangan risiko bencana;

  5. Meningkatkan kerjasama antara para pemangku kepentingan dalam PRB, pihak pemerintah daerah, sektor swasta, perguruan tinggi, LSM, organisasi masyarakat dan kelompok-kelompok lainnya yang peduli.

Sedangkan dalam Destana terbagi dalam 3 (tiga) kategori yaitu Pratama, Madya dan Utama.

Seiring berjalannya waktu, kami terpanggil atas nama Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Nganjuk untuk menulis sebuah proposal untuk mendapatkan dukungan sumber daya dari BNPB di akhir tahun 2015. Perjuangan dan pengorbanan tidak sia-sia, berbuah sukses untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap bencana. Sebagai awal implementasi Program Destana ini, kami fokuskan pada 2 (dua) desa yang memiliki multi ancaman bencana. Yakni desa Kebonagung dan Bareng Kecamatan Sawahan. Pada tahun 2016, program ini berjalan dengan lancar dan sukses. Dalam perjalanannya, program Destana di kedua desa tersebut didampingi oleh Fasilitator yang telah ditunjuk oleh BNPB dengan kualifikasi sesuai kompentensi yang disyaratkan. Proses berlangsung sesuai dengan harapan. Pembinaan di tahun – tahun selanjutnya terus dilakukan dengan kerja keras. Waktu terus berjalan dengan cepatnya. Tibalah pada tahun 2018, upaya pembinaan senantiasa menjadi atensi khususn BPBD Kabupaten Nganjuk terhadap Destana yang telah dibentuk.

Dukungan dari BPBD terus mengalir baik dari sisi pengarahan hingga administrasi. Monitoring dan evaluasi di lapangan juga tidak kalah pentingnya untuk dilakukan. Hal ini demi mewujudkan peningkatan kapasitas sumber daya masyarakat desa dalam rangka mengurangi kerentanan dan risiko bencana yang terjadi.  Berkat semangat juang Bu Atik Minarni selaku Kepala Desa Kebonagung beserta semua Pokja, Relawan dan Forum PRB Beranti Siaga, akhirnya meraih prestasi Terbaik melalui Lomba Desa Tangguh Bencana Kategori Madya Bidang Administrasi dan Legislasi Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2018.

Prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Nganjuk. Yang lebih membanggakan lagi adalah dengan diraihnya prestasi tersebut juga mengukir tinta emas dalam sejarah Kabupaten Nganjuk terutama di awal masa pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Nganjuk yang baru ini. Bagi bapak Bupati Nganjuk, H. Novi Rahman Hidayat, MM sangat bangga dengan keberhasilan yang telah diraih. Rasa syukur yang mendalam pada Alloh SWT. yang tidak terhingga atas berkah yang dilimpahkan kepada ummatnya yang sungguh-sungguh bekerja keras demi kebaikan alam semesta.  Dengan harapan program Destana akan terus dikembangkan ke desa-desa lainnya. Nantinya di tahun mendatang akan dirilis sebanyak 64 Desa Tangguh Bencana di Kabupaten Nganjuk dan hingga akhir tahun 2018 insyaAlloh akan terbentuk 12 Destana, 2 desa kategori madya dan 10 desa kategori pratama. Semoga inovasi ini mampu mendorong upaya Pengurangan Risiko Bencana berbasis komunitas secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBB sekaligus pemrakarsa BPBD. (Atim Swasono SP. M. Ssos) 

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita