Gapensi Nganjuk : Importir Nakal Harus Disanksi

INDONESIASATU.CO.ID:

NGANJUK - Gabungan Petani Sembako Indonesia (Gapensi) Kabupaten Nganjuk mengapresiasi langkah Kementrian Pertanian yang memberi sanksi kepada importir bawang bombai kecil nakal.

Menurut Ketua Gapensi Nganjuk M Saikhu  mengatakan prihatin atas beredarnya bawang merah palsu di pasaran. Hal ini tak lepas dari perbuatan nakal importir yang memasukkan barang bombai dibawah ukuran 5 cm kedalam bawang merah.

“Kita prihatin adanya bawang merah palsu di pasaran karena sangat merugikan petani. Kita berterima kasih atas kinerja Kementan RI yang memberi sanksi kepada pengimpor bawang merah palsu ini. Kami meminta pemerintah menindak importir nakal kalau ada lagi yang nakal,” jelasnya, Senin (25/6/2018).

Selain itu, Saikhu juga meminta Kementrian Pertanian RI kedepan memperketat impor terutama untuk importir nakal karena sering buat olah atau curang dalam bisnis impor.

“Para importir nakal ini memasukan bawang bombai kecil ke dalam karung-karung yang berisi bawang bombai besar. Padahal, untuk biaya masuk bawang bombay besar dikenakan bea masuk sebanyak 5 persen dari harga beli dan bawang bombai kecil 20 persen. Sehingga, para importir tersebut, mencurangi 15 persen dari bea masuk yang dibanderol oleh Kementan RI untuk bawang bombai.

Total dari bawang bombai yang masuk sekarang ini sekitar 3.600 ton. Padahal Indonesia tidak mengimpor barang bombai dibawah 5 cm, ini sesuai peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia.

“Disini ada penipuan dengan mengimpor bawang bombai mini untuk dijual sebagai bawang merah. Padahal bawang merah dan bombai Itukan berbeda,” pungkasnya.(solid/kla)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita