Bumi Gasmi Membara..!!Di Hadiri Ribuan Jawara di Acara Pencak Dor Berlangsung Aman dan Tertib.

Wartajatim.com,Nganjuk

Dihadiri dua belas ribu di 10 Kabupaten sejumlah Jawara Pencak Silat Dor (Open Bar) yang digelar di Desa Kampungbaru Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk,paguyuban Forum Pencak Dor ini merupakan Olahraga dan Beladri khas santri Nahdlathul Ulama (NU) yang diakomodir Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (GASMI) Kabupaten Nganjuk.

 

Selain itu kegiatan tersebut diadakan sebagai media silaturrahmi diantara para pendekar pencak dor dan wahana pemersatu antara pendekar. Dalam acara tersebut, dihadiri juga beberapa jawara yang sering yang sering tampil di acara Pencak Dor  yang ikut gabung dalam paguyuban tradisional pencak dor.

 

Menurut Ketua Panitia GASMI Kang Munir, acara tersebut memang dihadiri para pendekar di Nganjuk, termasuk para pemain nasional. 

 

“Ini membuktikan bahwa pencak dor ini sebagai olahraga para santri,” kata Kang Munir

 

Lanjut Kang munir, pencak dor merupakan olahraga beladiri santri yang berkembang di wilayah Nganjuk. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya Padepokan yang memiliki pendekar pencak dor.” Ini juga merupakan tradisi yang masih berjalan baik hingga saat ini,”imbuhnya. Diharapkan kegiatan ini merupakan media silaturrahmi antar para Jawara dan Pendekar Pencak silat patut dilestarikan.

 

Sorak-sorai suara langsung bergemuruh di samping ring,ribuan pasang mata tak mengurangi panasnya ring yang didirikan di tengah-tengah perempatan,Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom Nganjuk Jawa Timur, Minggu (3/12/2017).

 

Pantauan wartawan dilokasi,Dalam acara yang didukung Gerakan Nasioanal Peduli Narkoba dan Tawuran (GEPENTA ) Nganjuk yang di Ketuai M.Saikhu ST,mengatakan acara Pencak Dormenjadi tontonan yang digandrungi masyarakat Jawa Timur, khususnya Kabupaten Nganjuk.

 

"Acara ini  diselenggarakan  Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (GASMI) dan di dukung GEPENTA Nganjuk,"tegasnya.

 

Ketua  GASMI Nganjuk Suminto menuturkan, Pencak Dor tak semata sebuah ajang pertarungan. Melainkan, sebuah ajang silaturahmi bersama. "Jiwanya Pencak Dor itu di atas lawan, di bawah kawan. Tidak ada menang kalah di sini,” kata lelaki yang akrab disapa Kang Minto ini kepada wartajatim.com

Ditambahkan Kang Minto yang juga merupakan mantan Pengurus PagarNusa Nganjuk ini mengatakan, nilai dasar Pencak Dor tersebut dipahami semua petarung yang bertanding di atas ring. Tak jarang, gelak tawa muncul saat masing-masing petarung sedang bertanding,"bebernya

 

Tak heran, riuh tepuk tangan kian membahana di perempatan Desa Kampungbaru, meski banyak jawara pingin naik diatas ring di hadapan ribuan penonton Pencak Dor. “Kalau sudah di ring Pencak Dor, niatnya sudah tidak (mencari kemenangan) lagi,” ucap Kang Minto.kusnoajisoko