Aksi Brutal Debt Collector Gasak Nasabah Bank Bukopin

nganjuksatu, 27 Mar 2019,
Share w.App T.Me

SURABAYA - Tindakan brutal premanisme deptcollector kembali terjadi baru – baru ini di Surabaya, Korban Sannie Koerniawan mengaku di Aniaya dan di sekap oleh sejumlah orang tak di kenal pada hari Rabu (20/03/19) pukul 11.45 WIB. Peristiwa terjadi di lantai 3 Gedung Bank Bukopin Kavling 10 – 16 Jalan Panglima Sudirman, Surabaya. 

Kuasa debitur dari Lembakum Indonesia, Dodik Firmansyah mengatakan Kasus penganiayaan oleh para debt collector kepada klien nya merupakan tindak pidana murni. Tak dibenarkan dalam aturan perbankan manapun jika ada debitur menunggak sampai terjadi penganiayaan dan penyekapan terhadap debitur.

”Kasus ini sudah masuk Pidana murni, karena korban sudah di visum dan lapor ke Polisi, pasal 351 KUHP dan pasal 333 KUHP yang menjadi acuan kasus ini," kata Dodik dihadapan awak media. 

Pihak kuasa hukum korban menyayangkan atas sikap arogan dan main hakim sendiri terjadi di Republik ini.  Sementara itu,  Ruly Djatmiko dari Lembakum turut menyampaikan ,”Terkait undang – undang No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen Bank Bukopin mengindahkan UU tersebut dalam prakteknya pihak Bank tidak memberi kesrmpatan kepada nasabah untuk memberikan dispensasi berikan angsuran, karena nasabah.mempunyai itikad baik untuk membayar dan buka lari dari tanggung jawab ,” saut Rully. 

Adapun kejadian dugaan penganiayaan dan penyekapan sebagai berikut. Kronologis kejadian pada hari Sabtu (16/04/19) pukul 08.30 WiB sebanyak Tiga orang mendatangi rumah debitur untuk menyampaikan surat agar debitur datang hari Senin (19/03/19) ke kantor Bank Bukopin lantai 3 untuk menghadap Bapak Imanuel. Kemudian Ibu Fitri kerabat Debitur hari Senin (18/03/19) datang ke kantor Bank Bukopin lantai 3 menghadap Imanuel dan melakukan pembayaran tunggakan Kartu Kredit senilai Rp 5 juta dari total tunggakan Rp 19 juta namun di tolak oleh Imanuel.

Hari Rabu (20/03/19) Lima orang debt collector di antaranya Arifin, M.Sahudi, Jamal serta Dua orang belum diketahui namanya mendatangi lagi rumah debitur dengan meminta tagihan kepada debitur sebesar Rp 25 juta, mereka (pelaku – red) mengintimidasi pada ayah debitur juga menekan agar segera datang ke kantor Bank Bukopin lantai 3. 

Pada hari yang sama Rabu (20/03/19) debitur Sannie Koerniawan pukul 11.45 datang ke kantor Bank Bukopin menghadap Imanuel untuk melakukan pembayaran Rp 7,5 juta namun negosiasi pembayaran di tolak oleh Imanuel. 

Sesaat setelah masuklah Lima orang keruangan tersebut dengan melakukan penganiayaan menendang keras kaki debitur hingga mengakibatkan luka serta memar, juga mendorong tubuh debitur serta memaki – maki kata – kata yang tidak pantas diucapkan, mengancam. (Die/kla)

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu